Kota Pariaman Adakan Rapat Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku

Home. Blog

Kota Pariaman Adakan Rapat Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku

DPPP, Pariaman -- Sekretaris Daerah Kota Pariaman, sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) Yota Balad, memimpin Rapat Koordinasi Penanganan PMK di aula Balai Kota Pariaman, pada Kamis (25/08/2022).

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Wakapores Kota Pariaman, Perwakilan Dandim 0308 Pariaman, dan Satgas PMK Kota Pariaman.

Melalui kesempatan itu, Yota Balad mengimbau jajaran satgas PMK agar serius dalam upaya menangani pengebaran PMK di Kota Pariaman, menurutnya PMK adalah pandemi yang melanda Indonesia setelah covid-19, yang menyerang ternak berkuku ganda.

Ia mengatakan, pembentukan satgas PMK adalah langkah serius pemerintah kota dalam upaya menghentikan penyebaran PMK yang telah merugikan peternak di kota pariaman.

“PMK sangat merugikan bagi peternak sapi dan kerbau di kota pariaman, oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian kita bersama karena mengganggu perekonomian di kota pariaman,” ungkapnya.

Kendati di kota pariaman tidak ada pasar ternak, yang menjadi perhatian satgas menurutnya yaitu lalu lintas ternak yang masuk ke kota pariaman.

Ia minta seluruh stekholder saling memberikan informasi apabila ada ternak dari luar yang masuk ke kota pariaman, sehingga langkah-langkah penanganan PMK dapat dilakukan.

Sementara itu, Wakapolres Pariaman, Kompol Jon Hendri menambahkan, pihaknya dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan telah melakukan pengawasan dan melakukan pengobatan pada ternak yang terjangkit PMK di kota pariaman.

Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan beberapa kali razia kendaraan yang membawa ternak sapi dan kerbau yang melintas di kota pariaman. “Kami telah melakukan beberapa kali razia kendaraan yang membawa sapid an kerbau, kami cek surat kesehatan hewannya,” ungkapnya.

Ia berharap kedepan dilakukan lagi razia serupa, tentunya dengan tim gabungan seluruh satgas PMK, untuk mengecek kondisi hewan dan kemana hewan itu akan dibawa.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril melaporkan, kondisi PMK seluruhnya di kota pariaman terdapat 270 kasus PMK, dengan jumlah ternak yang telah sembuh 228 ekor, potong paksa 7 ekor dan sisa sakit 35 kasus.