
Pemerintah Desa Talawi Hilir Study Tiru Teknologi Pertanian Tanam Padi Jajar Legowo Super ke Kota Pariaman
Pengembangan inovasi dan teknologi pertanian akhir-akhir sangat dibutuhkan khususnya para petani, guna mendapatkan hasil pertanian serta tata kelola pertanian yang maksimal, sehingga dapat menjadi manfaat berkelanjutan.
Rabu (12/10), sebanyak 35 orang rombongan Petani dan Pemerintah Desa Talawi Hilir, didampingi PPL dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Sawahlunto melaksanakan Study Tiru Teknologi Pertanian Tanam Padi Jajar Legowo Super ke Desa Kampung Gadang Padusunan, Pariaman Timur.
Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman didampingi Kabid TPHBun, Kepala UPT BPPP, Koordinator BPP Pariaman Timur, PPL, dan aparat desa.
Sekdis DPPP, Ferialdi menyampaikan selamat datang para peserta study tiru dari Desa talawi hilir, atas kehadirannya.
Ia mengatakan, sekolah lapang taman padi jajar legowo yang diadakan oleh desa kampung gadang bersumber dari dana desa bertujuan untuk menunjang ketahanan pangan petani.
Seiring dengan inflasi yang melanda sumatra barat saat ini, inovasi seperti ini yang sangat dibutuhkan sehingga produksi padi di kota pariaman bisa meningkat dan petani bisa sejahtera.
Setelah mengikuti studi tiru ini sebelum kembali ke Sawahlunto, Ferialdi mengajak rombongan untuk dapat menikmati objek wisata dan kuliner di kota Pariaman.
"Jangan lewatkan nanti bapak/ibu untuk menikmati objek wisata dan kuliner khas pariaman, sebelum kembali lagi ke sawahlunto," ajaknya
Disaat yang sama, Kepala Desa Talawi Hilir, Ferdian Irawan mengucapkan terima kasih kepada DPPP beserta perangkat Desa Kampung Gadang yang telah menyambut dan menerima rombongan dengan sebaik-baiknya.
Dikatakannya, maksud serta tujuan kegiatan ini yaitu membina para petani agar mengenal perkembangan teknologi pertanian yang saat ini ada, terutama sistem tanam jajar legowo super yang telah dulu diterapkan oleh petani Desa Kampung Gadang.
"Tentunya untuk memperoleh hal-hal inovatif yang dihasilkan oleh para petani tidak hanya dilakukan di dalam desa, namun juga diajak melihat perkembangan teknologi yang ada dan telah dihasilkan oleh daerah lain," ujarnya.